Mengapa minat membaca sangat sedikit?
Sering kita mendengar istilah membaca adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa seakan-akan “berkeliling dunia”. Berkeliling dunia dalam tanda kutip, karenamemang raga kita tidak sungguh-sungguh pergi berjalan-jalan keliling dunia, melainkan jiwa, pikiran, dan imajinasi kita yang melalang buana keliling dunia.
Buku ada bermacam-macam jenisnya, ada buku pengetahuan, novel, dongeng, motivasi, travelling, dan lain sebagainya. Tiap-tiap jenis buku tersebut memiliki isi dan gaya bahasa yang berbeda-beda. Tiap kata demi kata di dalam buku memiliki arti yang dapat mendeskripsikan suatu situasi yang dapat kita proyeksikan dalam imajinasi atau pikiran kita. Maka, lewat membaca buku kita juga bisa merasakan banyak perasaan, baik itu rasa cinta, kesedihan, amarah, motivasi, kegembiraan dan yang paling penting adalah kita juga bisa menimba ilmu seluas-luasnya.
Di jaman globalisasi ini buku memang dapat kita baca dengan fisiknya atau juga bisa dengan digital. Maka kita bisa membaca buku kapanpun dan dimanapun. Namun, sayangnya menurut Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Dari 61 negara, Indonesia menempati urutan ke-60 terkait dengan minat baca. Dikala ada banyak dan mudahnya akses membaca buku sekarang ini. Hal ini tentu menjadi sangat memprihatinkan๐๐
padahal membaca itu seru loh...
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
manfaat membaca
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari membaca, seperti meningkatkan kinerja otak, menambah pengetahuan, dan mengasah daya ingat. Para pakar pun menyetujui bahwa membaca merupakan hal penting dan memiliki dampak yang sangat bagus untuk manusia.
Membaca buku bisa membuat kamu memahami lagi gagasan yang disampaikan penulis, sudut pandangnya, atau bahkan latar belakang penulis itu sendiri. Kamu juga bisa tahu referensi dan penelitian yang dilakukan penulis terkait suatu topik itu seperti apa. Saat menyelami informasi melalui buku seperti ini, kamu akan memiliki tataran yang lebih dalam dan kritis untuk menyikapi suatu hal. Jadi, ketika mengerjakan tugas atau berdiskusi, kamu sudah memiliki literasi dan sudut pandang yang luas.
